Dalam ibadah Jumat Agung, yang bertepatan pada hari Jumat tanggal 18 April 2025, Sebelum doa pembukaan dalam khotbahnya, berbicara, seperti ini: " ketika seseorang yang kita kasihi tiada apa yang kita rasakan"?
Carilah wajah Tuhan, bukan hanya sekedar eforia, karena Dia melihat kedalaman hati kita? Karena Dia Yesus tahu.
Beliau, mengajak jemaatnya menyanyikan lagu, Halleluya. Dalam kekhuusyuan lagu tersebut beliau mengajak jemaat merasakan betapa mengasihiNya Tuhan Yesus terhadap kita rela disalibkan karena dosa-dosa manusia.
Yohanes 19:28-30, adalah kitab awal pembukaan yang di sampaikan oleh Pdt. Musa Luntungan. Dalam ayat tersebut tertulis "sudah selesai", selesai akan dosa dosa. 2 Korintus 5:19, Allah mendamaikan dunia, karena permusuhan Allah dengan manusia di taman Eden, Dia tidak memperhitungkan lagi. Dialah yang memperdamaikan dunia, bukan gereja, namun karena kasihNya yang memperdamaikan hubungan yang rusak.
Roma 6:1-14, jadi kematian Kristus adalah pendamaian kita dari segala dosa namun manusia harus bangkit, beliau mengilustrasikan dosa itu seperti orang mati, kalau dirinya tidak tertarik lagi akan hal-hal duniawi, mau dikipas kipas uang segepok tidak peduli. Beliau juga mengilustrasikan ilustrasi yang sederhana, mahkota salib agar kita tetap lurus memandang, tangan yang terpaku menggambarkan agar tidak main tangan, dan kaki yang terpaku harus berjalan sesuai jalanNya.
Persekutuan dalam Kristus, hidup dalam kehendakNya, memberikan kasih, memberi pertolongan, mematikan keinginan daging.
Ibrani 10:25. Jangan menjauhkan diri, dekat dekat dengan Tuhan, selalu bersekutu dengan Dia, mau hidup bersama-sama dengan Kristus.
Filipi 2:5-11, persekutuan dengan Kristus, orang yang mengambil bagian dalam kematian, tidak mati terus menerus, tetapi menaruh pikiran dan perasaan bersama sama dengan Kristus. Ok hari ini kita mulai ceklis apa saja yang harus kita perbaiki, dihari kebangkitan kedua kita harus menyiapkan diri kita supaya hidup dan selamat, jangan kita jauh dari persekutuan dengan Kristus, harus tahu kewajiban bagi Tuhan.
Tiap Tahun kita merayakan hari kematian Kristus namun kita kebal akan dosa, seharusnya kita mau seperti Kristus.
Roma 8:13, adalah kitab terakhir dalam khotbahnya, kematian dengan Kristus harus mematikan daging, bersekutu dengan kebenaran akan Firman Tuhan, Daud mengatakan hanya dekat Allah saja kita akan tenang, Yesuspun berkata, tinggallah didalam Aku, Aku akan tinggal didalam kamu, Dia telah mati untuk kita. Kita hidup bersama sama Kristus, krisis boleh terjadi, cina dan Amerika sedang berseteru, tetapi kita yang hidup akan Tuhan tetap tenang, karena kita telah mati akan Kristus.
Kolose 3: 5-11, Pdt Musa mengajak, agar setiap kita harus meninggalkan keinginan keinginan duniawi, jangan sampai dipertengahan jalan kita bangkit lagi akan hal hal negatif, buang kubur matikan keinginan daging.



Komentar