Sejumlah penyimpangan serta kondisi dapur yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) program Makan Bergizi Gratis. Atas temuan tersebut, operasional dapur dihentikan sementara.
Barabajabekasinews
Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang bertugas di mitra MBG (Makan Bergizi Gratis) Yayasan Dapurku Zai, berlokasi di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, diduga mendapat intimidasi dan ancaman dari dua orang tidak dikenal yang mengaku sebagai adik Wakil Ketua Badan Gizi Nasional.
Peristiwa tersebut dialami oleh Desi Fraditiya selaku Kepala SPPG. Kejadian bermula saat Desi menegur pihak dapur MBG Yayasan Dapurku Zai setelah menemukan sejumlah penyimpangan serta kondisi dapur yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) program Makan Bergizi Gratis. Atas temuan tersebut, operasional dapur dihentikan sementara.
Teguran dan penghentian sementara operasional dapur dilakukan sebagai bagian dari tugas pengawasan dan pembinaan Kepala SPPG agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan serta untuk menjamin keamanan dan kelayakan makanan bagi penerima manfaat.
Namun, setelah penutupan sementara dilakukan, muncul dua orang tidak dikenal yang mengaku sebagai adik Wakil Ketua Badan Gizi Nasional. Kedua orang tersebut diduga melakukan intimidasi secara verbal dan menyampaikan ancaman kepada Kepala SPPG di lokasi kejadian.
Akibat kejadian tersebut, Desi Fraditiya mengaku merasa tertekan dan tidak nyaman saat menjalankan tugasnya.
“Pada saat saya melakukan penutupan sementara dapur, ada dua orang yang tidak saya kenal melakukan intimidasi dan pengancaman kepada saya,” ujar Desi Fraditiya kepada awak media.
Desi menjelaskan bahwa penutupan sementara dapur MBG Yayasan Dapurku Zai dilakukan untuk keperluan evaluasi dan perbaikan, bukan sebagai sanksi permanen. Beberapa temuan yang menjadi perhatian di antaranya kondisi atap plafon dapur yang bocor serta sistem IPAL yang tidak berfungsi mengawasi dengan baik.
Penutupan sementara ini bertujuan agar dapur diperbaiki dan dapat kembali beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Desi menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga kualitas, keamanan, dan kelayakan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.
Ia juga menyampaikan telah berkoordinasi dengan Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Cileungsi dan diminta untuk segera menyampaikan laporan khusus kepada Badan Gizi Nasional terkait kejadian tersebut.


Komentar